Sanubari Warga Negara Indonesia kini hendaknya perlu dilandasi dengan keikhlasan dan ketulusan sebagai anak bangsa yang selalu mengharapkan agar PANCASILA dapat diperankan secara aktif sebagai “Inner Psychology” pada diri kita, sehingga tatanan hidup bermasyarakat dan bernegara menjadi lebih bermakna dan bermartabat. PANCASILA jangan hanya simbol dogmatis yang diterapkan secara keliru melalui penterjemahan dengan perspektif masing masing pihak berdasarkan kepentingannya, hendaknya jadikanlah PANCASILA itu nilai-nilai luhur yang terimplementasikan dalam keseharian kita; Pembelajaran PANCASILA bukanlah harus terpaksa dan dipaksa, jadikan PANCASILA menjadi nurani kita dengan mengedepankan tindakan atas nilai-nilainya ketimbang mewacanakannya. PANCASILA lahir dan dipertahankan sebagai nilai ideologi negara telah menumpahkan air mata darah dan nyawa yang tak terhingga, jangan jadikan hal yang Nisbi , kita terlalu lelah karena kerap meributkan masalah ideologi negara dibanding negara-negara lain, sehingga kita terbenam dalam polemik yang tidak berkesudahan, hendaknya gesekan-gesekan yang mempertentangkan Islam dengan Nasionalisme harus diakhiri, karena sesungguhnya hal itu kontra produktif, pemaknaan Islam dan Nasionalisme itu sangat kental pada jati diri PANCASILA, tinggal kita bagaimana melakukan rekonstruksi yang mendasar agar kehidupan berbangsa dan bernegara benar-benar harmoni. Sesungguhnya Perbedaan yang sering muncul ke permukaan antara sesama warga bangsa dan pemerintah tidak pada esensi normatifnya, namun pada rumusan detail dan implementasinya yang kurang dinamis. PANCASILA hendaknya terus digali untuk dijadikan dasar guna memaknai substansi etika, moral dan budaya bangsa dalam berpolitik, pengaturan perekonomian, interaksi sosial. Kemasyarakatan serta berbagai dasar perjuangan lainnya. PANCASILA adalah titik kulminasi atas akumulasi nilai-nilai peristiwa dan pengalaman perjalanan Bangsa Indonesia, hampir semua aspek ideologi bangsa lain didunia terakomodir bahkan dimodernisasi oleh PANCASILA, Pertanyaan sekarang apakah kita sebagai bangsa Indonesia hanya menjadikan PANCASILA itu sebagai BINGKAI/ POTRET masa lalu saja, atau sekedar wacana untuk menenggelamkan bangsa melalui krisis yang berkepanjangan?! Semoga prosesi Kesaktian Pancasila yang tiap tahun kita rayakan walaupun kini makin memudar kuantitasnya, maka perlu perenungan agar tidak hanya sekedar menerawang dan menitikkan airmata, mari kita kepalkan semangat kebangsaan yang sesungguhnya pada Dunia, bahwa kita mampu dan sejajar bahkan lebih unggul dibandingkan dengan mereka karena sesungguhnya KITA BISA !!
Komentar Terakhir