REFLEKSI IDEOLOGI PANCASILA

19 07 2007

Sanubari Warga Negara Indonesia kini hendaknya perlu dilandasi dengan keikhlasan dan ketulusan sebagai anak bangsa yang selalu mengharapkan agar PANCASILA dapat diperankan secara aktif sebagai “Inner Psychology” pada diri kita, sehingga tatanan hidup bermasyarakat dan bernegara menjadi lebih bermakna dan bermartabat. PANCASILA jangan hanya simbol dogmatis yang diterapkan secara keliru melalui penterjemahan dengan perspektif masing masing pihak berdasarkan kepentingannya, hendaknya jadikanlah PANCASILA itu nilai-nilai luhur yang terimplementasikan dalam keseharian kita; Pembelajaran PANCASILA bukanlah harus terpaksa dan dipaksa, jadikan PANCASILA menjadi nurani kita dengan mengedepankan tindakan atas nilai-nilainya ketimbang mewacanakannya. PANCASILA lahir dan dipertahankan sebagai nilai ideologi negara telah menumpahkan air mata darah dan nyawa yang tak terhingga, jangan jadikan hal yang Nisbi , kita terlalu lelah karena kerap meributkan masalah ideologi negara dibanding negara-negara lain, sehingga kita terbenam dalam polemik yang tidak berkesudahan, hendaknya gesekan-gesekan yang mempertentangkan Islam dengan Nasionalisme harus diakhiri, karena sesungguhnya hal itu kontra produktif, pemaknaan Islam dan Nasionalisme itu sangat kental pada jati diri PANCASILA, tinggal kita bagaimana melakukan rekonstruksi yang mendasar agar kehidupan berbangsa dan bernegara benar-benar harmoni. Sesungguhnya Perbedaan yang sering muncul ke permukaan antara sesama warga bangsa dan pemerintah tidak pada esensi normatifnya, namun pada rumusan detail dan implementasinya yang kurang dinamis. PANCASILA hendaknya terus digali untuk dijadikan dasar guna memaknai substansi etika, moral dan budaya bangsa dalam berpolitik, pengaturan perekonomian, interaksi sosial. Kemasyarakatan serta berbagai dasar perjuangan lainnya.    PANCASILA adalah titik kulminasi atas akumulasi nilai-nilai peristiwa dan pengalaman perjalanan Bangsa Indonesia, hampir semua aspek ideologi bangsa lain didunia terakomodir bahkan dimodernisasi oleh PANCASILA, Pertanyaan sekarang apakah kita sebagai bangsa Indonesia hanya menjadikan PANCASILA itu sebagai BINGKAI/ POTRET masa lalu saja, atau sekedar wacana untuk menenggelamkan bangsa melalui krisis yang berkepanjangan?! Semoga prosesi Kesaktian Pancasila yang tiap tahun kita rayakan walaupun kini makin memudar kuantitasnya, maka perlu perenungan agar tidak hanya sekedar menerawang dan menitikkan airmata, mari kita kepalkan semangat kebangsaan yang sesungguhnya pada Dunia, bahwa kita mampu dan sejajar bahkan lebih unggul dibandingkan dengan mereka karena sesungguhnya KITA BISA !! 





BLOGGING : KAMPANYE EFEKTIVE ??

24 04 2007

m-sukri02.jpgMetode kampanye bagi para politisi untuk berbagai kontestasi politik baik yang formal seperti : PILKADA, Pemilu Legislatif, Pemilu Presiden hingga pemilihan Kepala Desa kerap mengggunakan suasana formal dengan berbagai atribut dan sarana yang nilainya sangat mahal serta sangat pendek waktunya, jarang sekali politisi di Indonesia menggunakan media Internet khususnya Blogg.

Kini Partai Demokrat mencoba mengenalkan Blogg sebagai alternative kampanye yang akan dilakukan oleh para politisinya, walaupun sangat disayangkan para anggota dewannya belum ada yang berminat menjadi peserta pelatihan, karena mungkin sebagian besar masih asing dengan dunia internet dan blogg (walaupun pernah berkeinginan memiliki lap top), semoga saja pelatihan blogging yang dilaksanakan oleh Bidang Politik & OTDA DPP Partai Demokrat bekerjasama dengan Frederick Neuman Stifftung (FNS) dapat menggugah para politisi senayan dan para pengurus berstatus harian.

Memang sisi lain, kegiatan ini yang diikuti oleh para pengurus tingkat Departemen kecuali Bidang Hankam karena p Nurfaizi selaku ketua bidang ikut juga sebagai peserta walaupun datangnya terlambat, akan menjadi bekal yang cukup bila kontestasi memperebutkan kursi disenayan karena para peserta sejak pelatihan dihari pertama telah melakukan kampanyenya melalui blogg via wordpress.com, selain itu melalui bloggpun mereka akan terasah dan selalu dinamis penguasaan kemampuan berpolitiknya karena akan terkorelasi dengan berbagai komunitas para politisi diberbagai belahan dunia.

Namun demikian bila teringat dan terngiang tentang target PEMILU 2009, maka saya sangat menyayangkan teman-teman di Legislatif serta para Pengurus Harian, karena target yang ada dipundak tidaklah mudah dicapai terlebih lagi dilakukanya secara parsial dan terkotak-kotak, semoga saja hal ini menjadi lecut untuk mengembalikan esensi BERSAMA KITA BISA………… maka diangkatan kedua pelatihan Blogg ini akan diikuti oleh para Legislatif & Pengurus Harian Partai Demokrat…. ya semoga saja





Hello world!

24 04 2007

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.